BELAJAR BERBAGI

Jumat, 30 Desember 2011

AYAT AL-QUR'AN TENTANG DEMOKRASI (bagian I)

QS. Ali ‘Imran: 159
1.      Membaca
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
2.      Tajwid
Lafadz
Hukum
Sebab
Keterangan
فَبِمَا
Mad Thabi’i
Alif didahului Fathah
Dibaca panjang satu alif
 وَشَاوِرْهُمْ
Mad Thabi’i
Alif didahului Fathah
Dibaca panjang satu alif
فَإِذَا
Mad Thabi’i
Alif didahului Fathah
Dibaca panjang satu alif
 غَلِيظَ
Mad Thabi’i
Ya’ didahului kasrah
Dibaca panjang satu alif
فِي
Mad Thabi’i
Ya’ didahului kasrah
Dibaca panjang satu alif
لانْفَضُّوا
Mad Thabi’i
Wau didahului dhammah
Dibaca panjang satu alif
لانْفَضُّوا
Ikhfa’
Nun sukun bertemu fa’
Dibaca samar
 الْمُتَوَكِّلِينَ
Mad ‘Arid li sukun
Huruf mad sebelum waqaf
Dibaca panjang satu sampai tiga alif
الْمُتَوَكِّلِينَ
Alif lam Qamariyah
Alif lam bertemu huruf Qamariyah
Lam dibaca jelas
 الْقَلْبِ
Alif lam Qamariyah
Alif lam bertemu huruf Qamariyah
Lam dibaca jelas
 الأمْرِ
Alif lam Qamariyah
Alif lam bertemu huruf Qamariyah
Lam dibaca jelas
رَحْمَةٍ مِنَ
Idgham bi ghunnah
Tanwin bertemu mim
Dibaca Mendengung
| لِنْتَ
Ikhfa’
Nun sukun bertemu ta’
Dibaca samar
كُنْتَ
Ikhfa’
Nun sukun bertemu ta’
Dibaca samar
فَظًّا غَلِيظَ
Idhar
Tanwin bertemu Ghain
Dibaca jelas
مِنْ حَوْلِكَ
Idhar
Nun sukun bertemu kha’
Dibaca jelas
 عَنْهُمْ
Idhar
Nun sukun bertemu ha’
Dibaca jelas
عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ
Idhar syafawi
Mim sukun bertemu wau
Dibaca jelas
لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ
Idhar syafawi
Mim sukun bertemu wau
Dibaca jelas
وَشَاوِرْهُمْ فِي
Idhar syafawi
Mim sukun bertemu fa’
Dibaca jelas
إِنَّ
Ghunnah
Nun tasydid
Dibaca berdengung satu alif

3.      Arti perkata
Lafadz
Arti
Lafadz
Arti
فَبِمَا
Maka disebabkan
عَنْهُمْ
Pada mereka
 رَحْمَةٍ
Rahmat (kasih sayang)
وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ
Dan mohonkan ampun bagi mereka
مِنَ اللَّهِ
Dari Allah
وَشَاوِرْهُمْ
Dan musyawarahlah dengan mereka
لِنْتَ لَهُمْ
Kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka
فِي الأمْرِ
Dalam suatu urusan
وَلَوْ كُنْتَ
Sekiranya kamu bersikap
فَإِذَا عَزَمْتَ
Maka apabila kamu telah bersepakat
فَظًّا
Berperilaku kasar
فَتَوَكَّلْ
Maka berserahdirilah
غَلِيظَ الْقَلْبِ
Berhati kasar
عَلَى اللَّهِ
Kepada Allah
لانْفَضُّوا
Tentulah mereka menjauhkan diri
إِنَّ اللَّهَ
Sesungguhnya Allah
مِنْ حَوْلِكَ
Dari sekelilingmu
يُحِبُّ
Menyukai
 فَاعْفُ
Maka maafkanlah
 الْمُتَوَكِّلِينَ
Orang-orang yang bertawakal
4.      Terjemah ayat
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
5.      Kandungan ayat
a.       Dalam menghadapi semua masalah harus dengan lemah lembut melalui jalur musyawarah untuk mufakat, tidak boleh dengan hati yang kasar dan perilaku kekerasan.
b.      Mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan setiap urusan.
c.       Apabila telah dicapai suatu kesepakatan, maka semua pihak harus menerima dan bertawakal (menyerahkan diri dan segala urusan) kepada Allah.
d.      Allah mencintai hamba-hambanya yang bertawakkal.
6.      Perilaku yang mencerminkan penerapan ayat
a.       Tidak boleh berkeras hati dan bertindak kasar dalam menyelesaikan suatu permasalahan, tetapi dengan hati yang lemah lembut.
b.      Setiap muslim harus berlapang dada, berperilaku lemah lembut, pemaaf dan memohonkan ampun kepada Allah.
c.       Dalam kehidupan sehari-hari kita harus mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan.
d.      Apabila telah tercapai mufakat, maka setiap individu harus menerima dan melaksanakan keputusan musyawarah.
e.       Selalu berserah diri kepada Allah sehingga tercapai keseimbangan antara ikhtiyar dan berdo’a.

DOWNLOAD MATERI
             

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar